Arsip untuk Juli, 2007

19
Jul
07

Stik Daging Sapi Jadikan Bumi Semakin Panas

Satu kilogram daging sapi dalam sajian stik (steak), ternyata masih lebih banyak menimbulkan gas rumah kaca dan polusi lainnya dibanding menyetir mobil selama tiga jam sambil membiarkan semua lampu rumah menyala, ungkap suatu penelitian di Jepang.

Laporan “New Scientist” yang akan terbit pada hari Sabtu mengungkapkan, satu tim yang dipimpin Akifumi Ogino dari Institut Nasional Ilmu Ternak dan Padang Rumput di Tsukuba, menghitung biaya lingkungan untuk membesarkan ternak di peternakan konvensional, kemudian menyembelih dan mengirim dagingnya.

Ogino menemukan, ongkos lingkungan untuk menghasilkan satu kilogram daging sapi bakar, ternyata setara dengan 36,4 kilogram karbon dioksida (CO2), unsur utama gas rumah kaca.

Sebagian besar emisi gas rumah kaca tersebut berbentuk metan, yang dilepaskan oleh sistem pencernaan sapi.

Energi untuk menghasilkan satu kilogram daging sapi, ternyata setara dengan energi untuk menyalakan bola lampu 100 watt selama hampir 20 hari. Energi itu digunakan untuk menghasilkan makanan binatang dan pengangkutannya.

Suatu studi dari Swedia pada 2003 memperkirakan daging sapi organik menghasilkan gas rumah kaca hingga 40 persen lebih sedikit dan pemakaian energinya lebih hemat 85 persen sebab binatang itu makan rumput, bukan makanan buatan pabrik.

Studi itu muncul lengkap di terbitan “Animal Science Journal”, seperti dikutip AFP. (*)@Antara

19
Jul
07

Pelajar DKI Nikmati Bus Sekolah Gratis

Pelajar sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah lanjutan atas (SLA) di DKI Jakarta akan menikmati layanan bus sekolah yang mulai dioperasikan secara resmi pada hari ini Kamis (19/7).

Setiap bus sekolah akan berkapasitas 20 orang hingga 40 orang dilengkapi dengan pendingin udara dan bus berbahan bakar biodiesel. Layanan bus sekolah itu sama sekali tidak dipungut uang.

Terdapat 39 halte yang akan digunakan oleh bus untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Dishub DKI Jakarta menargetkan dapat terus menambah jumlah halte dan juga unit bus yang melayani pelajar di DKI Jakarta.

Terdapat empat rute utama dan dua rute penghubung untuk layanan bus sekolah. Rute pertama melayani Kemayoran-Lapangan Banteng dengan jumlah bus lima unit dan delapan halte. Halte yang berada di rute pertama itu antara lain di Jalan Dr Sutomo dekat Pasar Baru, di jalan Angkasa dekat Pospol dan di Jalan Yos Sudarso dekat Jalan Plumpang.

Rute pertama memiliki titik transit dengan rute kedua di halte Kodim dan halte Plumpang sedangkan titik transit dengan rute penguhubung kedua adalah di dua lokasi yang sama.

Untuk rute kedua melayani Tanjung Priok-Kelapa Gading-Pulogadung, memiliki sembilan halte dilayani oleh lima unit bus. Rute dua akan memiliki titik transit dengan rute satu dan dan penghubung dua.

Rute tiga melayani Taman Mini Indonesia-Kampung Melayu dengan jumlah unit bus yang melayani lima buah dan memiliki 13 halte bus.

Titik transfer rute tiga dengan rute penghubung satu berada di halte BKN di Jalan Mayjen Sutoyo dan di halte Perumnas di Jalan Mayjen DI Pandjaitan depan Halim Perdanakusumah.

Untuk rute keempat melayani jalur Pasar Minggu-CSW/Kebayoran Baru dengan jumlah unit bus terdapat lima dan mempunyai delapan halte. Titik transfer rute empat yaitu dengan rute penghubung I di Halte Jamsostek di Jalan Gatot Subroto.

Dua rute penghubung yang disiapkan yaitu rute penghubung I melayani Jalan Kyai Tapa-Letjen S Parman-Gatot Subroto-MT Haryono-Mayjen DI Pandjaitan-Mayjen Sutoyo kembali melewati MT Haryono-Jalan Gatot Subroto-S Parman dan Kyai Tapa.

Sedangkan rute penghubung II meliputi Jalan Mayjen DI Pandjaitan-Jend Ahmad Yani-Yos Sudarso (berputar di putaran Plumpang)-Jl Yos Sudarso-Jl Jend Ahmad Yani-Mayjen DI Pandjaitan-Mayjen Sutoyo (berputar menuju Yos Sudarso).

Kartu tanda pengenal, menurutnya, dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta melalui kerjasama dengan Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) dan Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti).

“Kita sulit untuk mengenali setiap siswa berasal dari sekolah mana, oleh karena itu sekolah bekerjasama dengan dinas tersebut akan mengatur kartu identitas itu, kita menyerahkan semuanya pada dinas terkait,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nurachman

“Untuk mencegah kemungkinan perkelahian antarpelajar, akan ada pengawas di setiap bus dan juga pelajar yang akan menggunakan layanan itu harus memiliki kartu tanda pengenal,” paparnya.

18
Jul
07

Spacesuit Baru Model Spiderman

SpidermanBayangkan sebuah spacesuit yang dipakai mulai dari masa Neil Amstrong sampai Anousheh Ansario. Selama 40 tahun, tidak ada yang berubah dengan model pakaian itu.

Dava Newman, profesor sistem rekayasa, aeronautika dan astronautika di Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat, dan timnya selama tujuh tahun mendesain Biosuit. Ini adalah jenis baru spacesuit yang kuat tapi seksi karena licin dan ketat, mirip punya Spiderman.

Terajut dari spandex dan nilon, Biosuit tidak lagi memanfaatkan tekanan gas diantara lapisan-lapisannya untuk melindungi tubuh astronot dari kondisi vakum antariksa. Biosuit menggunakan teknik antitekanan mekanis dengan cara membungkus lapisan-lapisan yang sangat rapat di sekujur tubuh. Harapannya, setelan bisa ketat tapi lentur mengikuti pergerakan tubuh.

Prototipe garmen itu memang belum teruji, tapi terbukti ringan dan sudah mampu menahan tekanan sebesar 20 kilopascal dari yang dibutuhkan sampai 30 kilopascal. “Sepuluh tahun lagi akan siap,” kata Newman.@Tempo Interaktif

18
Jul
07

RI Dianggap “Enteng” oleh PBB

Gubernur Gorontalo, Fadel Muhamad, mengatakan selama ini Indonesia dianggap enteng oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), karena belum mampu membuat perubahan dalam pembangunan.

Kesan tersebut diperoleh Fadel ketika diundang oleh PBB dan World Bank untuk membahas mengenai perubahan di bidang pemerintahan (reinventing government) di Wina, Austria, beberapa waktu lalu.

“Waktu itu saya juga heran kenapa Indonesia tidak masuk dalam daftar negara yang sedang melakukan reinventing government,” kata Fadel.

Fadel mengaku sempat mempertanyakan hal itu kepada kedua lembaga dunia tersebut, mengingat posisi Indonesia dikalahkan oleh Vietnam dan Philipina yang dianggap melakukan banyak perubahan dalam kepemerintahan.

“Ternyata menurut mereka Indonesia selama ini tidak melakukan perubahan dalam model pemerintahan,” katanya.

Tak hanya itu, Indonesia juga dinilai kurang memanfaatkan peluang yang dibuka oleh PBB dan World Bank dalam bidang kepemerintahan.

Ketika mengetahui hal tersebut, Fadel mengaku sempat merasa malu jadi orang Indonesia dengan adanya penilaian dari kedua lembaga dunia tersebut.

Lebih jauh ia mengungkapkan, penilaian tersebut telah disampaikannya kepada Presiden SBY saat Pekan Nasional (Penas) di Sumatera Selatan, sebagai masukan bagi para eksekutif di tingkat pusat.

Menurut Fadel, jika ingin dinilai sebagai sebuah daerah atau negara yang melakukan perubahan, maka pemerintah sudah seharusnya menggagas konsep baru.

“Jangan hanya terpaku atau kaku terhadap model lama, karena pemerintah harus berbenah untuk bisa mengejar ketertinggalan dari negara lain,” katanya.(*) @Antara




Haidar Ali Blog
Tinggalkan Pesan
Klik Disini
Free Page Rank Checker
:

 

Juli 2007
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

a

Tulisan Teratas

  • Tidak ada